Translate

Monday, October 17, 2016

Kubuang Tigo Baleh Cikal Bakal Nagari di Kabupaten Solok

Peran serta Ninik Kubuang Tigo Baleh sangat berperan dalam pendirian nagari yang ada di Kabupaten Solok. Sejak terjadinya perselisihan antara penguasa atau Raja di Pariangan membuat perubahan yang sangat besar pembentukan daerah baru yang sampai sekarang kita rasakan semua pada saat sekarang. Perbedaan pendapat ini memicu Ninik Kubuang Tigo Baleh ini hijrah atau pindah termasuk ke Kabupaten Solok sekarang.


Kubuang Tigo Baleh Cikal Bakal Nagari di Kabupaten Solok


Sekilas sejarah Kubuang Tigo Baleh Ninik sudah saya tulis sebelum artikel ini, dapat anda baca link ini. Terjadi perubahan ini menjadikan sesuatu yang baru dengan berdirinya nagari, daerah, atau lokasi Kubuang Tigo Baleh. Ninik ini merupakan suatu kelompok manuasia yang mempunyai suatu ikatan dalam konfederasi yang dinamakan Kubuang Tigo Baleh. Mulanya bermukim di daerah Agam kemudian mereka berpindah ke daerah Solok yang cukup luas cakupannya seperti danau kembar {danau diatas dan danau dibawah} dan perkembangan adat juga sangat baik sampai ke surian Pantai Cermin.

Dalam buku yang saya baca karangan Ismaar Maadis Datuak Putieh SSn dengan judul Risalah Kubuang Tigo Baleh Solok menyebutkan bahwa, anggota konfederasi Kubuang Tigo Baleh ini dengan berkembangnya zaman dan waktu selalu berubah-ubah, secara prinsipnya mereka semua tetap orang dari Kubuang Tigo Baleh. Kenapa mereka keluar dari konfederasi ini?. Penungkapan daerah atau nagari yang masuk kedalam konfederasi Kubuang Tigo Baleh ini  terjadi perbedaan dan telah terjadi bertukar anggota yang masuk. Perlu digarisbawahi bahwa tidak ada pertikaian sama sekali antara anggota tetapi tidak lengkapnya informasi mengenai daerah-daerah atau nagari sebagai pengganti dari nagari yang keluar dari konfederasi.


Dalam buku ini juga menyebutkan bahwa menjelaskan cukup dapat dipahami bahwa dengan rincian lokasi Kubuang Tigo Baleh ini  berawal dari Agam {di daerah Tigo Baleh Bukittinggi sekarang}, di Solok lokasi awal Kubuang Tigo Baleh adalah di danau Singkarak sampai ke nagari Bingkuang, berlanjut ke nagari Solok-Selayo. Sembilan Kota Sungai Lasi, Payung Sekaki, Bukit Sundi, Gubung Talang, Lembang Jaya, Lembah Gumanti, sampai ke Surian Pantai Cermin. Jika ditelusuri secara rinci, pada saat sekarang anggota Kubuang Tigo Baleh yang sangat dominan berperan adalah Kecamatan Kubuang, Kodya Solok, Lembang Jaya atau Danau Kembar, Kecamatan Bukit Sundi, dan Kecamatan Gunung Talang. 

Dari uraian ini dapat dilihat, anggota Kubuang Tigo Baleh ini akan membangun nagari tempat mereka bertempat tinggal, melakukan aktifitas sehari-hari, melakukan perekonomian, dan seterusnya. Peranan inilah dapat dirasakan nagari yang tergabung dalam konfederasi ini mempunyai keterkaitan yang cukup kuat dalam Kubuang Tigo Baleh.

Bagaimana Adat Istiadat dari Kubuang Tigo Baleh.


Intisari dari adat istiadat Kubuang Tigo Baleh pada musyawarah dan mufakat. Disinilah awal dari musyawarah dan mufakat yang ada di alam Minangkabau yang juga ada pada Kubuang Tigo Baleh. Didaerah Solok terletak di Lembaga Tinggi Adat Minangkabau di Lubuk Sikarah yang merupakan laggam dari Bodi Caniago.

Bodi Caniago merupakan aliran dari Datuk Perpatih Nan Sabatang dimana adik kakak yang seibu dengan lain bapak yang terkisah pada abad ke 14, dan koto Piliang merupakan aliran dari Datuk Ketumanggungan. Peran serta kedua tokoh ini sangat berarti dengan menata kembali adat serta budaya yang ada di Minangkabau. Tetapi dengan kegigihan beliau dan menetap di Solok-Selayo dan sakit, meninggal dan dimakamkan di Munggu Tanah di Selayo-Solok.

Alam Minangkabau sangat terbiasa pengambilan keputusan berasal dari mufakat, begitu juga di Bodi Caniago. Corak demokrasi semacam inilah yang sangat mempengaruhi alam Minangkabau dengan demokrasi yang sangat dominan. Pada keadaan normal dalam permasyarakatan musyawarahlah yang sangat berkuasa untuk mengambil titik temu suatu keputusan.

Penghulu sebagai seorang yang membawa mufakat ini berjalan menjadi lancar dengan baik. Putusan bukan suatu kehendak tetapi merupakan keputusan bersama dengan beberapa unsur yang berpengaruh dengan minimal empat jinih dari unsur yang punya keterkaitan. 

Siapa saja empat jinih yang dimaksud dan perlu kita ketahui bersama, ini detilnya : Penghulu sebagai koordinator, Manti sebagai Perdana Mentri, Malin sebagai Suluh Bendang, dan Dubalang  sebagai pihak yang bertanggung-jawab implementasi hukum adat.


Pada saat sekarang Lembaga Musyawarah Langgam Bodi Caniago meliputi beberapa Lubuk.

1. Lubuak Simawang yang terletak di Talawi merupakan tempat sidang dugunakan untuk mencari gagasan.

2. Lubuk Sipunai yang berada di Tanjung Ampalu Sawahlunto Sijunjung merupakan tempat untuk melakukan analisa atau mempertimbangkan gagasan awal tadi.

3. Lubuk Sikarah yang berada di Solok merupakan tempat untuk finalisasi draft gagasan tadi menjadi suatu keputusan.

Secara umum ninik mamak atau pemangku adat di Minangkabau mempunyai ikat kepala berbentuk saluak kecuali Kubuang Tigo Baleh . Ikat kepala para ninik ini berbentuk destar hitam dengan bentuk petaan seperti gonjong dua rumah adat Minangkabau seperti tanduk dan dipasang tiga buah cincin mempunyai makna filosofi.

1. Sako berarti adat istiadat.

2. Pusako {cincin yang berada ditengah dengan tiga mata untuk setiap masing-masing menandai sako, pusako, dan limbago}

3. Agama sebagai ibadat yang harus dilakukan.


Daftar Pustaka.
Risalah Kubuang Tigo Baleh Solok. Ismar Maadis Datuak Putieh SSn. Penerbit CV. Bintang Grafika. 2008

No comments:

Post a Comment